Kecepatan akses internet


Pengertian dari kecepatan akses internet ialah bentuk dari suatu kecepatan transfer data, ketika saat kita sedang melakukan akses melalui jalur internet atau pada saat kita browsing.

Terdapat dua jenis kecepatan akses internet yaitu terdiri dari downstream dan upstream. Downstream yaitu suatu bentuk dari kecepatan ketika kita sedang mengambil data- data dari server internet masuk ke dalam jaringan komputer kita. Misalkan, ketika saat masuk ke dalam search engine, browsing dll.

Sedangkan upstream ialah suatu kecepatan transfer data pada saat kita sedang mengirimkan data dari komputer menuju ke dalam server kita. Downstream serta upstream masing-masing mempunyai sebuah satuan kecepatan transfer data yang berupa dinamakan bps bit per sekon. Maksud dari pernyataan itu yaitu banyaknya bit data yang dipindahkan dari satu komputer ke komputer yang lain masing-masing detiknya.

Kecepatan akses internet juga akan bisa kita hitung dari jumlah data yang dikirim dalam satuan waktunya. Karena apabila kita mengirim 1kb file/detik, maka artinya kita juga sama saja sudah mengirim 1.024 byte, dengan 1 byte = 8 bit maka data yang akan dikirim sama dengan 8.192 bit. Untuk satuan yang lebih besar lagi kita bisa mengggunakan Mbps mega bit per sekon yaitu berarti 1024 kbps.


Memahami Mbps

Mbps atau Megabit per second adalah satuan pengukuran kecepatan transfer data pada sebuah perangkat. Transmisi data dari satuan ini bisa dilihat seperti di bawah ini:

1 Mbps = 1.024 Kbps

1 Mbps = 1.048.576 byte

Jadi, Mbps mengukur berapa banyak Megabit yang dapat dikirim melalui server perangkat dalam waktu satu detik. Semakin tinggi angka Mbps, semakin cepat pula kecepatan transfer data.

Ketika Anda membeli layanan internet dari ISP (Internet Service Provider), Anda pasti akan dihadapkan pada pilihan besaran Mbps yang akan digunakan. Misalnya, sebuah paket data memiliki ukuran sebesar 20 Mbps. Artinya, paket data tersebut mampu mengirim data hingga 20 juta byte per detik.

Ukuran 20 Mbps tersebut memungkinkan Anda untuk mengakses laman pencarian, mengunduh dokumen, bermain online game, dan lain sebagainya. Namun, kecepatan 20 Mbps bisa dibilang kurang maksimal kecepatannya karena hanya bisa digunakan untuk 1 hingga 2 devices.

Di Indonesia sendiri, ISP seperti First Media menawarkan kecepatan transfer data mulai dari 15 Mbps hingga 300 Mbps. Besaran kecepatan tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan pribadi atau rumah tangga Anda. Umumnya semakin besar kapasitas Mbps, semakin mahal pula harga yang harus dibayar.

Perbedaan Mbps dan MBps

Selain Mbps, ternyata ada satuan pengukuran lainnya yang sering ditemukan pada jaringan, yaitu MBps. Apabila dilihat secara sekilas, perbedaan keduanya hanya berada di penulisan huruf kapital dan non-kapital. Akan tetapi, ternyata keduanya memiliki penggunaan yang berbeda dalam satuan jaringan.

Serupa tapi tak sama, MBps (Megabyte per second) berfungsi untuk mengukur kecepatan pengiriman data dalam satuan Megabyte. Satu Megabyte setara dengan 8 Megabit.

Jadi, jika Anda memiliki koneksi sebesar 20 Mbps, kecepatan tersebut setara dengan 2,5 MBps. Cara menghitungnya adalah 20 Mbps/8 = 2,5 MBps.

Untuk lebih jelas membedakan antara keduanya, MBps digunakan untuk mengukur kecepatan pengunduhan dan pengunggahan file di internet. Sementara Mbps berfungsi untuk melihat kapasitas kecepatan jaringan dalam mengirim data.

Anda perlu memahami perbedaan antara kedua satuan ukuran tersebut untuk bisa menghitung kecepatan jaringan dengan tepat. Hal ini lantaran akan berpengaruh terhadap besaran paket data yang akan Anda beli. Anda tentu tidak ingin membeli jaringan berkapasitas kecil sementara banyak perangkat yang terhubung untuk mengakses internet, bukan?

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Menghitung Kecepatan Internet

Sebelum menghitung dan memakai layanan internet, ada beberapa hal yang dapat menjadi pertimbangan dalam proses penghitungan. Tujuannya adalah untuk memastikan besaran kapasitas Mbps sesuai dengan kebutuhan.

Berikut adalah hal-hal yang harus diperhatikan:

Jumlah Pengguna & Perangkat yang Terhubung ke Jaringan

Salah satu faktor penentu lancar atau tidaknya seseorang mengakses internet ditentukan dari seberapa banyak jumlah pengguna yang terhubung ke jaringan tersebut. Semakin banyak pengguna yang terhubung tetapi besaran Mbps kecil, semakin lambat pula proses transfer data.

Maka dari itu, Anda perlu menghitung dahulu jumlah pengguna yang akan terhubung ke jaringan.

Misalnya, ada 2 orang di rumah Anda dengan masing-masing memiliki 2 perangkat. Total keseluruhan ada 4 perangkat terhubung ke jaringan internet. Berdasarkan hal tersebut, Anda bisa menentukan paket data yang sesuai dengan kebutuhan di rumah.

Jarak dari Router ke Perangkat

Hal lain yang harus diperhatikan adalah seberapa jauh jarak dari router ke perangkat yang terhubung dengan internet. Jika jarak perangkat dengan router cukup jauh, kecepatan jaringan pun akan berkurang.

Ditambah lagi jika ada hambatan lain yang bisa mengurangi kecepatan jaringan seperti tembok, pilar, kaca, dan lain sebagainya. Untuk itu, sebelum menghitung besaran layanan, Anda harus mempertimbangkan jarak tersebut untuk mendapatkan akses internet yang maksimal.

Cara Menghitung Kecepatan Mbps yang Dibutuhkan

Untuk memastikan pembelian paket data Anda sesuai dengan kebutuhan, Anda perlu memahami cara menghitung kecepatan Mbps. Berikut adalah cara yang bisa dilakukan:

Tentukan Jumlah Perangkat & Batas Maksimal Bandwidth

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, Anda harus menentukan terlebih dahulu jumlah perangkat yang akan terhubung ke jaringan internet. Jika sudah, Anda bisa memilih besaran bandwidth yang disediakan oleh ISP.

Bandwidth di sini mengacu pada kapasitas maksimum dari jaringan yang tersedia untuk mengirim data. Semakin tinggi ukuran bandwidth, semakin cepat pula kecepatan internet untuk transfer data.

Cara penghitungannya cukup mudah, yaitu:

Jumlah bandwidth yang dibutuhkan = Jumlah perangkat × Batas maksimal bandwidth setiap perangkat.

Jika banyak pengguna yang terhubung ke jaringan internet, kecepatan Mbps harus dihitung agar cukup untuk mendukung semua pengguna. Misalnya, di rumah terdapat 1 pengguna dengan 2 perangkat yang terhubung ke internet. Setiap perangkat memiliki batas maksimal bandwidth sebesar 100 Kbps.

Maka, penghitungannya adalah sebagai berikut:

Jumlah bandwidth yang dibutuhkan: 2 x 100 Kbps = 200 Kbps atau 0,2 Mbps.


Itulah kurang lebih cara penghitungan bandwidth yang akan diterima oleh setiap perangkat. Kecepatan jaringan yang ideal untuk digunakan adalah sekitar 15-20 Mbps.

Hitung Kecepatan Transfer Data

Misalnya, Anda berlangganan paket internet dari First Media sebesar 50 Mbps. Anda perlu menghitung seberapa besar kecepatan kapasitas tersebut untuk mengakses, mengunduh, atau mengunggah file. Anda dapat menghitungnya seperti berikut ini:

50 Mbps = 50.000 Kbps

50.000Kbps/8 = 6.250 KBps atau setara dengan 6,25 MBps



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengertian Kemasan Produk, Fungsi, Tujuan, Jenis, Syarat, dan Cara Merancangnya

Jaringan LAN MAN WAN

Teknik pengemasan produk