10 Pewarna Tekstil Alami dari Tumbuh-Tumbuhan
Pewarnaan pada tekstil merupakan komponen penting agar produk yang dijual diminati pembeli dan laku di pasaran. Teknik pewarnaan pada ragam tekstil yang bervariatif dapat membuat produk kerajinan menjadi lebih menarik.
Mengutip buku Pewarna Makanan Alami Indonesia: Potensi di Masa Depan karya F.G Winarno, dkk., pewarna tekstil digolongkan menjadi dua macam, yaitu pewarna alami dan pewarna kimia.
Pewarna alami berasal dari bahan alam dan ekstrak tumbuhan atau hewan. Sedangkan pewarna kimia sintetis dibuat melalui reaksi kimia dengan bahan dasar arang batu (charcoal) atau minyak bumi yang merupakan turunan dari dari hidrokarbon aromatik, seperti benzene, naftalena, dan antrasena.
Kini, ada banyak brand lokal yang lebih memerhatikan lingkungan dengan memanfaatkan pewarna alami yang berasal dari tumbuhan. Apa saja pewarna alami yang kerap digunakan?
Pewarna Tekstil Alami
Berikut adalah deretan tumbuhan yang dapat digunakan sebagai pewarna tekstil alami seperti yang dihimpun dari kanal Youtube Generasi Milenial.
1.Secang
Secang merupakan tanaman semak yang mengandung senyawa brazilin pada bagian batangnya. Tanaman ini dapat digunakan sebagai pewarna alami dengan hasil kuning kemerahan.
Bahan yang diwarnai dengan kayu secang akan menghasilkan nuansa earth tone yang hangat. Di beberapa daerah, secang juga kerap digunakan untuk mewarnai beberapa karya seni seperti anyaman.
2. Daun Pepaya
Di Indonesia, daun pepaya sangat mudah ditemukan. Daun pepaya memiliki kandungan klorofil yang cukup tinggi. Kandungan klorofil dapat dimanfaatkan sebagai pewarna hijau alami untuk mewarnai kain katun.
3. Daun Jati
Jati (Tectona grandis) adalah salah satu jenis pohon yang menghasilkan kayu dengan mutu tinggi. Hanya dengan dikukus, daun dari pohon ini mampu menghasilkan warna. Proses pengukusan biasanya akan menghasilkan warna yang lebih cerah dengan hasil ungu kemerahan dan abu-abu.
4.Daun Rengat
Rengat (Marsdenia tinctoria) adalah salah satu tanaman yang kerap digunakan masyarakat Dayak Iban sebagai pewarna alami. Masyarakat setempat sering menggunakan daun rengat untuk mewarnai benang dan pakaian.
Daun tanaman ini akan menghasilkan warna hitam. Cara untuk memperoleh warna dari daun tersebut adalah dengan merebusmya hingga mengeluarkan warna hitam.
5. Daun Tarum
Daun tarum (Indigofera tinctoria) mampu menghasilkan warna biru dari ekstraksi daunnya. Warna biru yang dihasilkan berasal dari senyawa indigo yang terdapat dalam daun tarum.
Hasil ekstraksi daun tanaman ini kerap digunakan untuk mewarnai batik dan benang di beberapa daerah di Indonesia. Pengrajin batik di Jawa dan Madura kerap menggunakan warna biru dari daun tarum untuk mewarnai batik. Masyarakat Samosir juga acap kali menggunakannya untuk mewarnai benang dalam pembuatan kain ulos.
6.Kunyit
Kunyit (turmeric) merupakan rempah asli Asia Tenggara yang dapat digunakan sebagai pewarna tekstil alami. Warna kuning pekat pada kunyit dapat melekat dengan baik pada kain, tanpa membutuhkan tambahan bahan kimia lainnya.
Cara untuk memperoleh warna tersebut adalah dengan memarutnya hingga halus, kemudian direbus dan didiamkan hingga panas menghilang. Tanaman ini dapat pula dibudidayakan dengan cara di-stek rimpangnya, namun bibitnya harus cukup tua.
7. Pinang
Pinang adalah tanaman yang banyak tersebar di berbagai daerah Indonesia. Warna alami yang dihasilkan oleh pinang adalah merah, diperoleh dari tumbukkan halus biji buah pinang tua.
Tanaman ini dibudidayakan dengan cara ditanam yang membutuhkan waktu yang lama seperti pohon kelapa. Tanaman pinang baru dapat dimanfaatkan apabila sudah cukup besar.
8. Kulit Manggis
Manggis merupakan tanaman asli dari Asia Tenggara, tepatnya semenanjung Malaya. Namun, saat ini tanaman manggis banyak tumbuh di negara-negara tropis.
Warna alami yang dihasilkan dari kulit manggis adalah biru, ungu, dan merah. Warna alami tersebut diperoleh dengan cara menumbuk halus kulit manggis, kemudian bubuknya direndam menggunakan etanol, lalu dikeringkan.
9. Kayu Angsana
Tanaman yang memiliki nama lain sonokembang ini termasuk penghasil kayu berkualitas baik. Warna alami yang dihasilkan oleh kayu angsana adalah merah, sedangkan daunnya berwarna coklat kekuningan.
Warna kemerahan dengan motif serat kayunya yang indah menjadikan kayu sonokembang sebagai kayu pilihan untuk pembuatan mebel, kabinet berkualitas tinggi, alat-alat musik, lantai parket, panil kayu dekoratif, gagang peralatan, dan meja mewah.
10. Akar Mengkudu
Tanaman yang berasal dari Asia Tenggara kerap dimanfaatkan sebagai obat. Faktanya, tanaman ini juga dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami. Warna yang dihasilkan dari akar mengkudu adalah merah kecoklatan.
Apa Kelemahan Yang Dimiliki Pewarna Tekstil Alami?
Dikutip dari brainly, pewarna alami warnanya cenderung gelap dan tidak terlalu mencolok. Sehingga kebanyakan masyarakat saat ini lebih menyukai menggunakan pewarna buatan yang harganya lebih murah, mudah didapat dan hasilnya lebih menarik.
Selain itu menggunakan pewarna kain alami juga membutuhkan proses yang rumit dan tidak mudah.
Mana Yang Lebih Baik Menggunakan Pewarna Kain Alami atau Pewarna Sintetis?
Tidak ada jawaban yang pasti, jika kamu concern terhadap pencemaran lingkungan kamu bisa menggunakan pewarna alami menggunakan tumbuhan. Selain itu pewarna kain alami memiliki nilai estetika tersendiri. Untuk produksi pakaian dalam skala besar tentunya lebih murah dan efisien jika menggunakan pewarna sintetis.
Kesimpulannya, dalam industri tekstil yang lebih diutamakan adalah dari sisi harga, efisiensi dan produk yang ingin dihasilkan. Keduanya memiliki kelebihan maupun kekurangannya seperti yang

.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
Komentar
Posting Komentar