SEJARAH PERKEMBANGAN KEMASAN

 

Sejarah Perkembangan Kemasan

Aktivitas pengemasan ini telah ada sejak abad 8000 SM? Yap, kala itu memang masih berada di zaman purba sehingga pengemasan dilakukan secara alami yakni menggunakan bahan-bahan alam berupa tanah liat, kulit binatang, daun-daunan, buluh bambu, pelepah pisang, dan masih banyak lagi. Lalu, bagaimana ya perkembangannya sehingga berbagai wadah produk di zaman sekarang dapat menarik untuk dilihat? Nah, berikut adalah ulasannya!

Sejarah Awal Kemasan

Sejarah awal desain kemasan disebut-sebut berawal dari 8000 SM, yakni dimana manusia sudah memiliki barang dan berpikir untuk menutupi sekaligus menyimpannya menggunakan bahan-bahan alami seperti anyaman rumput, kulit pohon, daun, kulit kerang, dan masih banyak lagi. Berhubung kala itu manusia sudah mampu berpikir bahwa produk atau barang-barang mereka harus disimpan sedemikian rupa supaya tidak hancur, mereka menggunakan bagian labu yang berongga dan kandung kemih binatang sebagai wadah dasarnya.

Lama-kelamaan, semakin berkembang pula pemakaian botol, toples, dan tempayan yang terbuat dari tanah sebagai wadah produk mereka.

Sejarah Tulisan Pada Kemasan

Keberadaan tulisan yang ada sekarang ini tidak lantas ada begitu saja, tetapi melewati perkembangannya terlebih dahulu. Simbol-simbol Sumerian atau Piktograf disinyalir sebagai komunikasi bahasa tertulis yang kemudian berkembang sepanjang waktu, yakni menjadi simbol suku kata sehingga dapat digunakan sebagai komunikasi oleh banyak budaya selama hampir 2000 tahun.

Selanjutnya, berkembang pula bahasa Semit yang berasal dari budaya Phoenicia Kuno tentang simbol berbunyi tunggal hingga menjadi abjad. Simbol-simbol tersebut pada zaman dahulu juga digunakan untuk mengidentifikasi wadah dari suatu produk meskipun kemasannya masih sederhana, yang mana untuk mengidentifikasi mengenai identitas sosial (siapa), kepemilikan (siapa pemiliknya), dan asal mula (siapa pembuatnya).

Awal Mula Dicantumkannya Merk Dagang Pada Kemasan

Setelah masa transisi dari abad pertengahan menuju dunia modern, yakni masa renaissance, muncul konsep desain grafis. Pada tahun 1500, seorang pengusaha pabrik kertas bernama Andreas Bernhard menjadi sosok pertama yang mencantumkan nama mereka (sebagai merk dagang) di atas produknya dengan wadah tercetak. Kemasan yang sekaligus pembungkus itu disebut-sebut sebagai desain kemasan yang pertama kali ada di dunia.

Masa Industrialisasi

Pada abad ke-18, di wilayah Eropa terjadi ekspansi komersial secara besar-besaran, beriringan dengan pertumbuhan kota yang tinggi sekaligus distribusi kemakmuran yang meluas. Tidak hanya itu saja, pemasaran akan produk perawatan tubuh juga meningkat dan bahkan pada desain wadah untuk produk sabun juga mencerminkan nilai kemewahan. Pada kala itu, kotak kayu dan kantong serat digunakan sebagai material utama dalam pembuatan kemasan.

Berhubung permintaan barang dari konsumen semakin meningkat, maka berkembang pula adanya kaleng, kaca, aluminium, dan kantong kertas sebagai bahan dasar pembuatan kemasan. Selanjutnya pada tahun 1798, Nicholas Louis Robert berhasil menemukan mesin pembuat kertas sehingga mampu memproduksi kertas secara lebih cepat dan harga yang murah. Lalu, pada tahun 1817, kotak kardus komersial juga dibuat pertama kalinya di Inggris hingga berkembang menjadi karton bergelombang dengan kualitas yang lebih tahan lama.

Masa Ekonomi Baru

Sekitar abad ke-19, muncul metode produksi dan distribusi dalam hal pengemasan. Tepatnya pada tahun 1899, Henry G. Eckstein berhasil menciptakan wadah berlapis lilin sehingga memberikan kesempatan emas bagi para produsen untuk tetap mendistribusikan produknya dan lebih tahan segar dalam waktu yang lama.

Abad Ke-20

Pada tahun 1906, muncul Undang-Undang Federal Food and Drugs Act yang mana melarang adanya pemalsuan label atau penulisan yang tidak sesuai dengan isi produknya. Perundang-undangan tersebut menjadi peraturan yang pertama kali membahas mengenai desain wadah. Selanjutnya, penggunaan aluminium foil juga turut dikembangkan terutama ketika pabrik aluminium pertama kalinya dibuka di Swiss pada tahun 1910. Penggunaan aluminium foil sebagai wadah ternyata efektif untuk menjaga produk makanan dan obat-obatan dari pengaruh luar.

Perkembangan Bisnis Desain Kemasan

Pada awal tahun 1930, keberadaan wadah produk berkembang menjadi industri besar. Bahkan beberapa perusahaan industri mendirikan departemen khusus untuk mengembangkan wadah produknya. Kemudian disusul dengan adanya agen-agen periklanan yang menyediakan jasa desain.

Muncul Aturan Perlindungan Konsumen

Pada tahun 1962, presiden AS, J.F. Kennedy, berpidato dalam kongresnya yang pertama kalinya membahas mengenai perlindungan konsumen. Dalam pidatonya, Beliau mengakui bahwa konsumen berhak atas keamanan, informasi pilihan, kesegaran, hingga kenyamanan. Alhasil, banyak negara-negara yang juga mengatur adanya perlindungan konsumen ini, salah satunya Indonesia.

Kemajuan di Bidang Desain

Berhubung adanya perkembangan ilmu pengetahuan di bidang teknis dan pengetahuan ilmiah, maka tentu saja akan berpengaruh pada kemajuan material dan teknologi wadah. Mulai muncul kotak permen berukuran kecil, bubuk kering beku, tube aluminium yang dapat dipencet, hingga kemasan minuman yang terbuat dari laminasi foil. Perkembangan dalam hal wadah produk itu dinilai mampu memberikan perlindungan, kenyamanan akses, dan membuat produk (terutama makanan) menjadi lebih tahan lama.

Kemudian pada tahun 1990-an, banyak wadah produk yang menyertakan merk dagang mereka. Kala itu, perusahaan-perusahaan juga menyadari adanya kebutuhan lebih terhadap wadah produk sehingga mereka mulai mendirikan tim khusus sebagai bagian dari pemasaran untuk mengembangkan produk sekaligus mendesain kemasan. Hingga akhirnya pada abad ke-21 seperti saat ini, wadah produk sudah banyak yang berkembang dengan warna, tipografi, dan bentuk yang semakin unik tetapi tidak meninggalkan fungsi dasarnya yakni untuk melindungi produk supaya lebih awet.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengertian Kemasan Produk, Fungsi, Tujuan, Jenis, Syarat, dan Cara Merancangnya

Jaringan LAN MAN WAN

Teknik pengemasan produk